Langsung ke isi

Dari Syuru dan Ayam ke sebuah katedral.

Kabar Injil tiba di Asmat lewat sungai. Pada 1936 RP Herman Tillemans, MSC mengunjungi wilayah ini, dan pada 1938 RP Hendrikus Cornelisse, MSC mendirikan gereja di Syuru dan Ayam. Guru-guru Katolik pertama datang pada November 1941; pendudukan Jepang pada 1943 menghentikan karya misi.

  1. 1936

    Kunjungan pertama RP Herman Tillemans, MSC.

  2. 1938

    Gereja di Syuru dan Ayam.

  3. 1952

    19 April 1952

    Buku paroki dimulai.

  4. 1953

    3 Februari 1953

    Baptisan pertama di Kampung Syuru oleh RP Gerard Zegwaard, MSC.

  5. 1958

    15 Desember 1958

    Empat misionaris Salib Suci (OSC) dari Amerika tiba: RP Frank Pitka, RP Delmar Hesch, Br. Joseph DeLouw, Br. Clarence Neuner.

  6. 1969

    23 November 1969

    Keuskupan Agats berdiri; Mgr. Alphonse A. Sowada, OSC ditahbiskan sebagai uskup pertama.

  7. 2002

    Mgr. Aloysius Murwito, OFM menjadi uskup kedua.

  8. 2015

    Pembangunan Katedral Baru dimulai.

  9. 2026

    Struktur Katedral Baru selesai.

Rangka atap pelana katedral yang dipakai sekarang saat dibangun di atas tiang kayu, dengan kayu gelondongan di air dan pohon kelapa
Pembangunan katedral yang dipakai sekarang. Komsos Paroki
Bagian dalam katedral ketika masih baru: bangku kosong, salib kayu sederhana di dinding papan, dan altar sederhana
Bagian dalam katedral (pemulihan digital). Komsos Paroki
Foto hitam-putih: prosesi para imam berjubah putih di titian kayu, di depan gereja beratap pelana dan menara lonceng
Prosesi di depan katedral (pemulihan digital). Komsos Paroki
Katedral ketika kayunya dicat merah tua, dengan menara lonceng dan titian kayu di antara rumput tinggi
Katedral bercat merah tua (pemulihan digital). Komsos Paroki
Katedral yang dipakai sekarang dilihat dari titian kayu, umat di depan pintu dan menara lonceng di sebelah kanan
Katedral dilihat dari titian (pemulihan digital). Komsos Paroki

Sejarah ini masih ditulis.